Platform Riset & Edukasi
Eksplorasi Inovasi,
Eksplorasi Inovasi,
Temukan ragam artikel berkualitas seputar sains, teknologi, riset ilmiah, dan pengembangan sistem terpadu secara gratis.
Kumpulan Artikel
Eksplorasi Pengetahuan
Piping atau pemipaan, adalah pekerjaan
yang akan selalu ditemukan dalam sebuah proyek migas. Walaupun tidak
hanya di area migas saja, namun juga akan ditemukan di proyek-proyek
keairan, pembuatan fasilitas industri, dan lain-lain.
Material Pipa
Secara umum, pipa dapat diartikan sebagai
suatu benda yang relatif panjang, memiliki lubang dan berfungsi untuk
memindahkan sebuah zat ataupun materi yang memiliki karakteristik dapat
mengalir. Materi tersebut dapat berupa cairan, gas, uap, zat padat yang
dilelehkan ataupun butiran yang sangat halus.
Bahan penyusun pipa yang digunakan pun
sangat beragam dan tergantung kebutuhannya, mulai dari beton, kaca,
timah, kuningan, tembaga, plastik, alumunium, baja tuang, baja karbon,
dan baja alloy. Penggunaan material tersebut sangat tergantung pada
peruntukan pemipaan, karena setiap material memiliki keunggulan dan
kelemahannya sendiri. Namun karena pembahasan kali ini lebih ke arah
pemipaan migas dan industri, maka bahan penyusun pipa yang paling banyak
digunakan adalah baja karbon (carbon steel).
Proses pembuatan
Secara umum, ada 3 metode pembuatan pipa
baja karbon, dimana juga metode tersebut menjadi nama untuk menyebutkan
jenis pipa-pipa tersebut,(carbon steel) yang digunakan untuk bidang
migas dan industri. ketiga metode itu adalah metode Seamless pipe,
butt-welded pipe, dan spiral welded pipe.
Seamless Pipe
Seamless pipe dalam arti bahasa artinya
pipa tanpa sambungan. Dalam praktek pembuatannya, seamless pipe memang
merupakan pipa yang dibentuk tanpa membuat sambungan sama sekali,
sehingga tidak ada bagian dari pipa yang pernah terganggu atau berubah
materialnya akibat panas pengelasan. Pipa ini dibuat dari baja silinder
pejal, yang dilubangi dalam kondisi hampir meleleh, biasa disebut billet.

Ilustrasi pembuatan seamless pipe,
manufaktur seamless pipe di pabrik.
Pada gambar tersebut, ditunjukkan sebuah
besi pejal (billet) di apit dan di roll oleh Sizing rolls –merupakan
roller pembentuk diameter luar- dan dilubangi oleh mandrel.
Dengan metode pembuatan tanpa join
tersebut, pipa yang dihasilkan dapat lebih baik karena kualitas baja
yang dihasilkan adalah hampir sama pada setiap area permukaan pipa.
Selain itu, ketebalan dengan menggunakan metode ini, pipa yang memiliki
ketebalan berapapun memungkinkan untuk diproduksi.
Butt-welded Pipe atau Straight welded pipe
Atau disebut juga sebagai pipa UOE. bahan
baku pembuatan pipa ini adalah pelat baja dengan bentuk profil strip.
Pelat baja tersebut dibentuk menjadi pipa dengan melengkungkan pipa
tersebut kearah sumbu pendeknya dengan roll pembentuk (shaper roll)
sehingga membentuk pipa sebuah pipa. Celah pertemuan kedua sisi pelat
strip tersebut kemudian di las memanjang sehingga membentuk sebuah pipa
tanpa celah. Detail pembuatan butt-welded pipe ditunjukkan pada gambar
dibawah.

metode fabrikasi pipa straight welded pipe

pipa straight welded
Pipa ini memiliki keunggulan dimana
kualitas dari dinding pipa sangat mudah untuk dikontrol dan memiliki
ketebalan yang seragam. Hal ini disebabkan karena pipa ini berasal dari
pelat strip yang pembuatannya relative sangat mudah untuk dikontrol
kualitas dan ketebalan pelatnya, sehingga hasil saat dibuat menjadi pipa
pun relative sama baiknya dengan kualitas pelatnya sebelum jadi. Selain
itu, apabila dibutuhkan pipa menerus yang cukup panjang, pipa ini
memiliki keunggulan karena mudah untuk difabrikasi.
Namun didalam industri migas, pipa jenis
ini lebih sering ditemukan dalam bentuk elbow. Pipa jenis ini dihindari
sebagai pipa panjang karena memilik kelemahan pada sambungan las kedua
tepi pelat strip pada saat pembuatannya, dimana memerlukan inspeksi pada
area pengelasannya, memanjang sepanjang pipa tersebut.
Spiral Welded Pipe
Dalam pasaran Indonesia biasa disebut
pipa spiral, ada juga yang menyebutnya pipa casing. Meskipun namanya
demikian, bukan berarti pipa ini berbentuk spiral, namun lebih merujuk
kepada bahan baku pembuatannya yang merupakan pelat baja strip yang
dibentuk menjadi spiral dan kemudian disambung sehingga membentuk sebuah
pipa.
![spiral manufacturin]](https://fachrezakbar.files.wordpress.com/2012/03/spiral-manufacturin.jpg?w=500&h=176)
skema pembuatan pipa spiral

manufaktur spiral pipe
Dalam system perpipaan, jenis pipa ini
sangat dibatasi penggunaannya hanya untuk kebutuhan pipa dengan tekanan
rendah karena ketipisannya. Bahkan dalam industri migas, pipa ini tidak
digunakan dalam system pipa bertekanan, kebanyakan hanya digunakan
sebagai casing untuk pondasi, atau pun sebagai pipe support. Keuntungan
pipa ini adalah dapat dibuat menjadi sangat besar dengan mudah. Namun
pipa ini memiliki kelemahan dimana ketebalan untuk dapat membuat spiral
cukup terbatas, sehingga pipa ini relative tipis. Selain itu, jumlah
sambungan yang cukup banyak per satuan panjangnya membuat inspeksi
pengelasan menjadi lebih banyak -jauh lebih banyak dari pada straight
welded pipe- apabila akan digunakan sebagai pipa bertekanan.
..
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan pembangkit tenaga listrik
yang mengubah energi potensial air (energi gravitas air) menjadi energi
listrik. Mesin penggerak yang digunakan adalah turbin air untuk
mengubah energi potensial air menjadi kerja mekanis poros yang akan
memutar rotor generator untuk menghasilkan energi listrik.
Gb 1. Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air
Air sebagai bahan baku PLTA
dapat diperoleh dari sungai secara langsung disalurkan untuk memutar
turbin, atau dengan cara ditampung dahulu (bersamaan dengan air hujan)
dengan menggunakan kolam tando atau waduk sebelum disalurkan untuk
memutar turbin.
Daya listrik yang dibangkitkan dapat dihitung menggunakan pendekatan rumus :
P = 9,8 Q X H X ή t x ή g ( kW )
Dimana :P = Daya yang dihasilkan (kW)
Q = Debit air dalam (m3/detik)
H = Tinggi terjun (m)
ή t = Efisiensi turbin (%)
ή g = Efisiensi Generator (%)
Perencanaan pengoperasian PLTA yang dilakukan berdasarkan pada kondisi hydrologi yang meliputi :
- Tahun Basah Sekali
- Tahun Basah
- Tahun Normal
- Tahun Kering
- Tahun Kering Sekali
Untuk mendapatkan hasil yang optimum dan
memudahkan untuk perencanaan operasional tahunan, maka perencanaan
operasi dilakukan berdasarkan pada kondisi hydrologi tahun normal dan
tahun kering, yang kemudian dilakukan penyesuaian tiap bulan berdasarkan
kondisi air masuk.
Indonesia hanya mengenal dua musim yaitu
musim hujan biasa dimulai bulan Nopember s.d Maret dan musim kemarau
pada bulan April s.d Oktober, sehingga kondisi ini dipergunakan untuk
proses pengisian dan penggunaan air
Tipe Dan Jenis PLTA Berdasarkan Sumber Air dan HidrologiPLTA Aliran sungai Langsung tanpa kolam tando
Aliran sungai dialirkan langsung melalui saluran terbuka atau tertutup dengan memasang di ujung saluran tersebut (ujung masuk air). Air dimasukkan melalui pipa pesat/saluran terbuka
Gb 2. PLTA dengan aliran sungai langsung
Keterangan:- Sungai 7. Power house
- Saringan 8. Bendung
- Bak pengendapan pasir 9. Saluran pembersih
- Pressure tunel 10. Saluran pengelak
- Surge tank 11. Sungai
- Penstock valve
Air sungai dialirkan ke kolam melalui
saluran terbuka atau tertutup dengan disaring terlebih dahulu dan
ditampung di suatu kolam yang berfungsi untuk :
- Mengendapkan pasir
- Mengendapkan lumpur
- Sebagai reservoir
Air dari kolam tersebut dialirkan
melalui pipa pesat menggerakkan turbin untuk membangkitkan tenaga
listrik. Kolam tando dilengkapi dengan beberapa pintu air gunanya untuk
pengisian / pengosongan bila kolam tando diadakan pemeliharaan.
Gb 3. PLTA dengan kolam Tando
PLTA Aliran sungai Langsung dengan waduk (Reservoir)
Air dari satu sungai atau lebih
ditampung di suatu tempat untuk mendapatkan ketinggian tertentu dengan
jalan dibendung. Air dari waduk tersebut dialirkan melalui saluran
terbuka, melalui pintu air ke saluran tertutup yang selanjutnya melalui
pipa pesat menggerakkan turbin untuk membangkitkan tenaga listrik.
Gb 4. PLTA dengan waduk
PLTA aliran Danau
Sumber air dari PLTA ini adalah sebuah
danau yang potensinya cukup besar. Untuk pengambilan air yang masuk ke
PLTA dilaksanakan dengan:
- Pembuatan bendungan yang berfungsi juga sebagai pelimpas yang berlokasi pada mulut sungai.
- Perubahan duga muka air (DMA) + 4 meter
- Intake
Gb 5. Lay Out PLTA Danau
PLTA Pasang surut
Air laut Pasang: Air laut memasuki teluk
(sebagai kolam) melewati bangunan sentral, sehingga air laut mendorong
sudu-sudu jalan (runner) dari turbin. Turbin memutarkan generator
sehingga menghasilkan energi listrik. ama kelamaan kolam akan terisi
oleh air laut sehingga permukaan air laut menjadi sama, berarti tenaga
penggeraknya tidak ada dan turbin berhenti berputar.
Air Laut Surut: Pada saat air laut
surut, permukaan air kolam lebih tinggi dari permukaan air laut. Air
kolam akan mengalir ke Laut melalui bangunan sentral dan akan memutar
sudu-sudu turbin yang seporos dengan generator sehingga didapat energi
listrik kembali sampai terjadi air pasang lagi.
Gb 6. (a) Keadaan pasang (b) Keadaan surut
PLTA pompa
PLTA pompa dibangun dan dioperasikan
untuk PLTA beban puncak. Air waduk bagian atas dan air waduk bagian
bawah diatur untuk operasi harian akan mingguan.
PLTA pompa digunakan untuk mengatur /
menunjang beban puncak sistem. Danau bagian atas biasanya mempunyai
kapasitas tampung yang besar tetapi mempunyai daerah tangkapan hujan
yang sempit, sedangkan danau bagian bawah mempunyai daerah tangkapan
hujan yang luas
- Generator berfungsi sebagai motor
- Turbin berdiri sendiri terpisah dari pompanya
- Generator, turbin dan pompa terletak di dalam satu poros (pompa terletak paling bawah)
Gb 7. PLTA Pompa
PLTA Kaskade
Pemanfaatan sungai, berarti sepanjang
sungai dibangun beberapa PLTA, maka daerah PLTA itu disebut sistem
Kaskade PLTA, dimana PLTA yang berada di bawah memanfaatkan air setelah
digunakan oleh PLTA di atasnya.
..
| Pengembangan Teknologi material |
Kalau kita mengunjungi Machine Expo, baik itu yang di Chicago, Hanover maupun Tokyo, hakekatnya yang kita perhatikan adalah proses-proses manufaktur yang mampu dilakukan oleh mesin-mesin yang dipamerkan, yang kalau kita perhatikan dari tahun ke tahun makin canggih unjuk kerjanya.
Tidak hanya proses permesinan/manufaktur yang dipamerkan, tetapi juga peralatan-peralatan untuk melakukan pengukuran-pengukuran dan kontrol terhadap besaran-besaran yang antara lain disebutkan diatas.
Beruntung computational modelling berkembang pesat dalam proses kerekayasaan yang dipadukan dengan kemajuan intelligent and smart machineries. Bayangkan bila teknologi-teknologi semacam itu tidak ada, bagaimana kita memenuhi tuntutan-tuntutan fungsi – estetika – dan ekonomi diatas ! Manufaktur ditakdirkan menghadapi dan harus tanggap & siap terhadap : emerging -, new -, matured -, and phased out- technologies, dimana siklus tersebut semakin cepat saja terjadinya. Yang tetap tegak adalah “the fundamental principles“ of manufacturing, karena dari situlah teknik dan teknologi baru akan lahir. Teknologinya bisa berubah, tapi besaran yang ingin dicapai tidak banyak berubah, yang berubah adalah ukuran satuannya, seperti makin ringan, makin kuat, makin kecil, makin kompak, makin terjangkau dan banyak makin-makin yang lain.
![]() |
| Teknologi rekayasa material |
Material-material baru akan lahir seiring dengan merebaknya kesegala penjuru binatang “makin“ tadi, padahal kita juga dituntut memenuhi “langit yang semakin biru dan bumi yang semakin hijau“ alias “blue & green manufacturing“ menuju “equilibrium sustainable echo system“ sehingga bumi tidak semakin panas dan terpolusi.
Sekalipun demikian pasar semakin menuntut “speed and flexibility“, ini dimensi lain yang perlu diperhatikan dalam jagad manufaktur selain tuntutan-tuntutan diatas. Tetapi jangan lupa kita juga menghadapi tuntutan lain, pertambahan penduduk. Dari satu segi pertumbuhan penduduk berarti pertambahan pasar bagi kegiatan manufaktur.
Tetapi dari segi ruang/space mungkin tempat manufaktur akan terdesak semakin jauh karena tumbuhnya tempat-tempat hunian baru. Contoh kasus pulau Jawa, yang sa’at Perang Dipenogoro (1825 – 1830) penduduknya hanya 10 juta jiwa. Perhitungan statistik dengan asumsi-asumsi pertumbuhan tertentu, penulis mendapatkan angka penduduk pulau Jawa pada tahun 2020 = 150 juta, dan yang 94,5 juta tinggal di daerah urban ! Bayangkan dalam 200 tahun, perubahannya begitu besar, bertambah mengikuti deret ukur. Jawa (Java/Javi – Sanskerta = padi) sebagai pulau padi akan semakin kehilangan makna padi-nya. Lalu dimana nanti blue & green manufacturing akan ditempatkan sehingga dapat tumbuh subur tanpa stress, karena cepatnya pertumbuhan tempat-tempat hunian.
..
Kayu merupakan salah satu material bahan bangunan yang sering digunakan
dalam konstruksi. Setiap kayu memiliki sifat dan ciri tersendiri baik
dalam segi keindahan serat, kadar air, keawetan, berat jenis, kerapatan,
dan kekuatan. Maka dalam memilih kayu yang akan dipergunakan ada
baiknya kita mengenal Jenis dan Ciri Kayu Yang Sering Digunakan Sebagai
Bahan Konstruksi. Selain agar kita dapat mengetahui kayu yang cocok
dengan kriteria dan spesifikasi yang kita inginkan, tentunya juga agar
kita tidak tertipu dengan jenis-jenis kayu lainnya. Berikut beberapa
macam kayu yang sering digunakan sebagai bahan konstruksi.
KAYU JATI
Kayu
jati sering dianggap sebagai kayu dengan serat dan tekstur paling
indah. Karakteristiknya yang stabil, kuat dan tahan lama membuat kayu
ini menjadi pilihan utama sebagai material bahan bangunan. Termasuk kayu
dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu jati juga terbukti
tahan terhadap jamur, rayap dan serangga lainnya karena kandungan minyak
di dalam kayu itu sendiri. Tidak ada kayu lain yang memberikan kualitas
dan penampilan sebanding dengan kayu jati.
Pohon Jati bukanlah jenis pohon yang berada di hutan hujan tropis yang ditandai dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Sebaliknya, hutan jati tumbuh dengan baik di daerah kering dan berkapur di Indonesia, terutama di pulau Jawa. Jawa adalah daerah penghasil pohon Jati berkualitas terbaik yang sudah mulai ditanam oleh Pemerintah Belanda sejak tahun 1800 an, dan sekarang berada di bawah pengelolaan PT Perum Perhutani. Semua kayu jati kami disupply langsung dari Perhutani dari TPK daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kami tidak memakai kayu jati selain dari 2 daerah tersebut.
Harga kayu jati banyak dipengaruhi dari asal, ukuran dan kriteria batasan kualitas kayu yang ditoleransi, seperti: ada mata sehat, ada mata mati, ada doreng, ada putih. Penentuan kualitas kayu jati yang diinginkan seharusnya mempertimbangkan type aplikasi finishing yang dipilih. Selain melindungi kayu dari kondisi luar, finishing pada kayu tersebut diharapkan dapat memberikan nilai estetika pada kayu tersebut dengan menonjolkan kelebihan dan kekurangan kualitas kayu tersebut.
KAYU MERBAU
Kayu
Merbau termasuk salah satu jenis kayu yang cukup keras dan stabil
sebagai alternatif pembanding dengan kayu jati. Merbau juga terbukti
tahan terhadap serangga. Warna kayu merbau coklat kemerahan dan kadang
disertai adanya highlight kuning. Merbau memiliki tekstur serat garis
terputus putus. Pohon merbau termasuk pohon hutan hujan tropis. Termasuk
kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Merbau juga terbukti
tahan terhadap serangga. Warna kayu merbau coklat kemerahan dan kadang
disertai adanya highlight kuning. Kayu merbau biasanya difinishing
dengan melamin warna gelap / tua. Merbau memiliki tekstur serat garis
terputus putus. Pohon merbau termasuk pohon hutan hujan tropis. Pohon
Merbau tumbuh subur di Indonesia, terutama di pulau Irian / Papua. Kayu
merbau kami berasal dari Irian / Papua.
KAYU BANGKIRAI / YELLOW BALAU
Kayu
Bangkirai termasuk jenis kayu yang cukup awet dan kuat. Termasuk kayu
dengan Kelas Awet I, II, III dan Kelas Kuat I, II. Sifat kerasnya juga
disertai tingkat kegetasan yang tinggi sehingga mudah muncul retak
rambut dipermukaan. Selain itu, pada kayu bangkirai sering dijumpai
adanya pinhole. Umumnya retak rambut dan pin hole ini dapat ditutupi
dengan wood filler. Secara struktural, pin hole ini tidak mengurangi
kekuatan kayu bangkirai itu sendiri. Karena kuatnya, kayu ini sering
digunakan untuk material konstruksi berat seperti atap kayu. Kayu
bangkirai termasuk jenis kayu yang tahan terhadap cuaca sehingga sering
menjadi pilihan bahan material untuk di luar bangunan / eksterior
seperti lis plank, outdoor flooring / decking, dll. Pohon Bangkirai
banyak ditemukan di hutan hujan tropis di pulau Kalimantan. Kayu
berwarna kuning dan kadang agak kecoklatan, oleh karena itulah disebut
yellow balau. Perbedaan antara kayu gubal dan kayu teras cukup jelas,
dengan warna gubal lebih terang. Pada saat baru saja dibelah/potong,
bagian kayu teras kadang terlihat coklat kemerahan.
KAYU KAMPER
kayu
kamper telah lama menjadi alternatif bahan bangunan yang harganya lebih
terjangkau. Meskipun tidak setahan lama kayu jati dan sekuat bangkirai,
kamper memiliki serat kayu yang halus dan indah sehingga sering menjadi
pilihan bahan membuat pintu panil dan jendela. Karena tidak segetas
bangkirai, retak rambut jarang ditemui. Karena tidak sekeras bangkirai,
kecenderungan berubah bentuk juga besar, sehingga, tidak disarankan
untuk pintu dan jendela dengan desain terlalu lebar dan tinggi. Termasuk
kayu dengan Kelas Awet II, III dan Kelas Kuat II, I. Pohon kamper
banyak ditemui di hutan hujan tropis di kalimantan. Samarinda adalah
daerah yang terkenal menghasilkan kamper dengan serat lebih halus
dibandingkan daerah lain di Kalimantan.
KAYU KELAPA
Kayu
kelapa adalah salah satu sumber kayu alternatif baru yang berasal dari
perkebunan kelapa yang sudah tidak menghasilkan lagi (berumur 60 tahun
keatas) sehingga harus ditebang untuk diganti dengan bibit pohon yang
baru. Sebenarnya pohon kelapa termasuk jenis palem. Semua bagian dari
pohon kelapa adalah serat /fiber yaitu berbentuk garis pendek-pendek.
Anda tidak akan menemukan alur serat lurus dan serat mahkota pada kayu
kelapa karena semua bagiannya adalah fiber. Tidak juga ditemukan mata
kayu karena pohon kelapa tidak ada ranting/ cabang. Pohon kelapa tumbuh
subur di sepanjang pantai Indonesia. Namun, yang paling terkenal dengan
warnanya yang coklat gelap adalah dari Sulawesi. Pohon kelapa di jawa
umumnya berwarna terang.
KAYU MERANTI MERAH
Kayu
meranti merah termasuk jenis kayu keras, warnanya merah muda tua hingga
merah muda pucat, namun tidak sepucat meranti putih. selain bertekstur
tidak terlalu halus, kayu meranti juga tidak begitu tahan terhadap
cuaca, sehingga tidak dianjurkan untuk dipakai di luar ruangan. Termasuk
kayu dengan Kelas Awet III, IV dan Kelas Kuat II, IV. Pohon meranti
banyak ditemui di hutan di pulau kalimantan
KAYU KARET
Botanical Name: Hevea brasiliensis
Family Name: Euphorbiaceae
Kayu Karet, dan oleh dunia internasional disebut Rubber wood pada awalnya hanya tumbuh di daerah Amzon, Brazil. Kemudian pada akhir abad 18 mulai dilakukan penanaman di daerah India namun tidak berhasil. Lalu dibawa hingga ke Singapura dan negara-negara Asia Tenggara lainnya termasuk tanah Jawa.
Warna Kayu
Kayu karet berwarna putih kekuningan, sedikit krem ketika baru saja dibelah atau dipotong. Ketika sudah mulai mengering akan berubah sedikit kecoklatan.
Tidak terdapat perbedaan warna yang menyolok pada kayu gubal dengan kayu teras. Bisa dikatakan hampir tidak terdapat kayu teras pada rubberwood.
Densitas
Kayu karet tergolong kayu lunak - keras, tapi lumayan berat dengan densitas antara 435-625 kg/m3 dalam level kekeringan kayu 12%.
Kayu Karet termasuk kelas kuat II, dan kelas awet III, sehingga kayu karet dapat digunakan sebagai substitusi alternatif kayu alam untuk bahan konstruksi
KAYU GELAM
Kayu gelam sering digunakan pada bagian perumahan, perahu,
Kayu bakar, pagar, atau tiang tiang sementara. Kayu gelam dengan diameter kecil umumnya dikenal dan dipakai sebagai steger pada konstruksi beton, sedangkan yang berdiameter besar biasa dipakai untuk cerucuk pada pekerjaan sungai dan jembatan. Kayu ini juga dapat dibuat arang atau arang aktif untuk bahan penyerap.
KAYU ULIN
Kayu
ini banyak digunakan untuk bahan bangunan rumah, kantor, gedung, serta
bangunan lainnya. Berdasarkan catatan, kayu ulin merupakan salah satu
jenis kayu hutan tropika basah yang tumbuh secara alami di wilayah
Sumatera Bagian Selatan dan Kalimantan.
Jenis ini dikenal dengan nama daerah ulin, bulian, bulian rambai, onglen, belian, tabulin dan telian.
Pohon ulin termasuk jenis pohon besar yang tingginya dapat mencapai 50 m dengan diameter samapi 120 cm, tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 400 m. Kayu Ulin berwarna gelap dan tahan terhadap air laut.
Kayu ulin banyak digunakan sebagai konstruksi bangunan berupa tiang bangunan, sirap (atap kayu), papan lantai,kosen, bahan untuk banguan jembatan, bantalan kereta api dan kegunaan lain yang memerlukan sifat-sifat khusus awet dan kuat. Kayu ulin termasuk kayu kelas kuat I dan Kelas Awet I.
KAYU AKASIA

Kayu
Akasia (acacia mangium), mempunyai berat jenis rata-rata 0,75 berarti
pori-pori dan seratnya cukup rapat sehingga daya serap airnya kecil.
Kelas awetnya II, yang berarti mampu bertahan sampai 20 tahun keatas,
bila diolah dengan baik. Kelas kuatnya II-I, yang berarti mampu menahan
lentur diatas 1100 kg/cm2 dan mengantisipasi kuat desak diatas 650
kg/cm2. Berdasarkan sifat kembang susut kayu yang kecil, daya retaknya
rendah, kekerasannya sedang dan bertekstur agak kasar serta berserat
lurus berpadu, maka kayu ini mempunyai sifat pengerjaan mudah, sehingga
banyak diminati untuk digunakan sebagai bahan konstruksi maupun bahan
meibel-furnitur.
KAYU JATI
Kayu
jati sering dianggap sebagai kayu dengan serat dan tekstur paling
indah. Karakteristiknya yang stabil, kuat dan tahan lama membuat kayu
ini menjadi pilihan utama sebagai material bahan bangunan. Termasuk kayu
dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu jati juga terbukti
tahan terhadap jamur, rayap dan serangga lainnya karena kandungan minyak
di dalam kayu itu sendiri. Tidak ada kayu lain yang memberikan kualitas
dan penampilan sebanding dengan kayu jati. Pohon Jati bukanlah jenis pohon yang berada di hutan hujan tropis yang ditandai dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Sebaliknya, hutan jati tumbuh dengan baik di daerah kering dan berkapur di Indonesia, terutama di pulau Jawa. Jawa adalah daerah penghasil pohon Jati berkualitas terbaik yang sudah mulai ditanam oleh Pemerintah Belanda sejak tahun 1800 an, dan sekarang berada di bawah pengelolaan PT Perum Perhutani. Semua kayu jati kami disupply langsung dari Perhutani dari TPK daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kami tidak memakai kayu jati selain dari 2 daerah tersebut.
Harga kayu jati banyak dipengaruhi dari asal, ukuran dan kriteria batasan kualitas kayu yang ditoleransi, seperti: ada mata sehat, ada mata mati, ada doreng, ada putih. Penentuan kualitas kayu jati yang diinginkan seharusnya mempertimbangkan type aplikasi finishing yang dipilih. Selain melindungi kayu dari kondisi luar, finishing pada kayu tersebut diharapkan dapat memberikan nilai estetika pada kayu tersebut dengan menonjolkan kelebihan dan kekurangan kualitas kayu tersebut.
KAYU MERBAU
Kayu
Merbau termasuk salah satu jenis kayu yang cukup keras dan stabil
sebagai alternatif pembanding dengan kayu jati. Merbau juga terbukti
tahan terhadap serangga. Warna kayu merbau coklat kemerahan dan kadang
disertai adanya highlight kuning. Merbau memiliki tekstur serat garis
terputus putus. Pohon merbau termasuk pohon hutan hujan tropis. Termasuk
kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Merbau juga terbukti
tahan terhadap serangga. Warna kayu merbau coklat kemerahan dan kadang
disertai adanya highlight kuning. Kayu merbau biasanya difinishing
dengan melamin warna gelap / tua. Merbau memiliki tekstur serat garis
terputus putus. Pohon merbau termasuk pohon hutan hujan tropis. Pohon
Merbau tumbuh subur di Indonesia, terutama di pulau Irian / Papua. Kayu
merbau kami berasal dari Irian / Papua.KAYU BANGKIRAI / YELLOW BALAU
Kayu
Bangkirai termasuk jenis kayu yang cukup awet dan kuat. Termasuk kayu
dengan Kelas Awet I, II, III dan Kelas Kuat I, II. Sifat kerasnya juga
disertai tingkat kegetasan yang tinggi sehingga mudah muncul retak
rambut dipermukaan. Selain itu, pada kayu bangkirai sering dijumpai
adanya pinhole. Umumnya retak rambut dan pin hole ini dapat ditutupi
dengan wood filler. Secara struktural, pin hole ini tidak mengurangi
kekuatan kayu bangkirai itu sendiri. Karena kuatnya, kayu ini sering
digunakan untuk material konstruksi berat seperti atap kayu. Kayu
bangkirai termasuk jenis kayu yang tahan terhadap cuaca sehingga sering
menjadi pilihan bahan material untuk di luar bangunan / eksterior
seperti lis plank, outdoor flooring / decking, dll. Pohon Bangkirai
banyak ditemukan di hutan hujan tropis di pulau Kalimantan. Kayu
berwarna kuning dan kadang agak kecoklatan, oleh karena itulah disebut
yellow balau. Perbedaan antara kayu gubal dan kayu teras cukup jelas,
dengan warna gubal lebih terang. Pada saat baru saja dibelah/potong,
bagian kayu teras kadang terlihat coklat kemerahan.KAYU KAMPER
kayu
kamper telah lama menjadi alternatif bahan bangunan yang harganya lebih
terjangkau. Meskipun tidak setahan lama kayu jati dan sekuat bangkirai,
kamper memiliki serat kayu yang halus dan indah sehingga sering menjadi
pilihan bahan membuat pintu panil dan jendela. Karena tidak segetas
bangkirai, retak rambut jarang ditemui. Karena tidak sekeras bangkirai,
kecenderungan berubah bentuk juga besar, sehingga, tidak disarankan
untuk pintu dan jendela dengan desain terlalu lebar dan tinggi. Termasuk
kayu dengan Kelas Awet II, III dan Kelas Kuat II, I. Pohon kamper
banyak ditemui di hutan hujan tropis di kalimantan. Samarinda adalah
daerah yang terkenal menghasilkan kamper dengan serat lebih halus
dibandingkan daerah lain di Kalimantan.KAYU KELAPA
Kayu
kelapa adalah salah satu sumber kayu alternatif baru yang berasal dari
perkebunan kelapa yang sudah tidak menghasilkan lagi (berumur 60 tahun
keatas) sehingga harus ditebang untuk diganti dengan bibit pohon yang
baru. Sebenarnya pohon kelapa termasuk jenis palem. Semua bagian dari
pohon kelapa adalah serat /fiber yaitu berbentuk garis pendek-pendek.
Anda tidak akan menemukan alur serat lurus dan serat mahkota pada kayu
kelapa karena semua bagiannya adalah fiber. Tidak juga ditemukan mata
kayu karena pohon kelapa tidak ada ranting/ cabang. Pohon kelapa tumbuh
subur di sepanjang pantai Indonesia. Namun, yang paling terkenal dengan
warnanya yang coklat gelap adalah dari Sulawesi. Pohon kelapa di jawa
umumnya berwarna terang.KAYU MERANTI MERAH
Kayu
meranti merah termasuk jenis kayu keras, warnanya merah muda tua hingga
merah muda pucat, namun tidak sepucat meranti putih. selain bertekstur
tidak terlalu halus, kayu meranti juga tidak begitu tahan terhadap
cuaca, sehingga tidak dianjurkan untuk dipakai di luar ruangan. Termasuk
kayu dengan Kelas Awet III, IV dan Kelas Kuat II, IV. Pohon meranti
banyak ditemui di hutan di pulau kalimantanKAYU KARET
Botanical Name: Hevea brasiliensisFamily Name: Euphorbiaceae
Kayu Karet, dan oleh dunia internasional disebut Rubber wood pada awalnya hanya tumbuh di daerah Amzon, Brazil. Kemudian pada akhir abad 18 mulai dilakukan penanaman di daerah India namun tidak berhasil. Lalu dibawa hingga ke Singapura dan negara-negara Asia Tenggara lainnya termasuk tanah Jawa.
Warna Kayu
Kayu karet berwarna putih kekuningan, sedikit krem ketika baru saja dibelah atau dipotong. Ketika sudah mulai mengering akan berubah sedikit kecoklatan.
Tidak terdapat perbedaan warna yang menyolok pada kayu gubal dengan kayu teras. Bisa dikatakan hampir tidak terdapat kayu teras pada rubberwood.
Densitas
Kayu karet tergolong kayu lunak - keras, tapi lumayan berat dengan densitas antara 435-625 kg/m3 dalam level kekeringan kayu 12%.
Kayu Karet termasuk kelas kuat II, dan kelas awet III, sehingga kayu karet dapat digunakan sebagai substitusi alternatif kayu alam untuk bahan konstruksi
KAYU GELAM
Kayu gelam sering digunakan pada bagian perumahan, perahu, Kayu bakar, pagar, atau tiang tiang sementara. Kayu gelam dengan diameter kecil umumnya dikenal dan dipakai sebagai steger pada konstruksi beton, sedangkan yang berdiameter besar biasa dipakai untuk cerucuk pada pekerjaan sungai dan jembatan. Kayu ini juga dapat dibuat arang atau arang aktif untuk bahan penyerap.
KAYU ULIN
Kayu
ini banyak digunakan untuk bahan bangunan rumah, kantor, gedung, serta
bangunan lainnya. Berdasarkan catatan, kayu ulin merupakan salah satu
jenis kayu hutan tropika basah yang tumbuh secara alami di wilayah
Sumatera Bagian Selatan dan Kalimantan.Jenis ini dikenal dengan nama daerah ulin, bulian, bulian rambai, onglen, belian, tabulin dan telian.
Pohon ulin termasuk jenis pohon besar yang tingginya dapat mencapai 50 m dengan diameter samapi 120 cm, tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 400 m. Kayu Ulin berwarna gelap dan tahan terhadap air laut.
Kayu ulin banyak digunakan sebagai konstruksi bangunan berupa tiang bangunan, sirap (atap kayu), papan lantai,kosen, bahan untuk banguan jembatan, bantalan kereta api dan kegunaan lain yang memerlukan sifat-sifat khusus awet dan kuat. Kayu ulin termasuk kayu kelas kuat I dan Kelas Awet I.
KAYU AKASIA

Kayu
Akasia (acacia mangium), mempunyai berat jenis rata-rata 0,75 berarti
pori-pori dan seratnya cukup rapat sehingga daya serap airnya kecil.
Kelas awetnya II, yang berarti mampu bertahan sampai 20 tahun keatas,
bila diolah dengan baik. Kelas kuatnya II-I, yang berarti mampu menahan
lentur diatas 1100 kg/cm2 dan mengantisipasi kuat desak diatas 650
kg/cm2. Berdasarkan sifat kembang susut kayu yang kecil, daya retaknya
rendah, kekerasannya sedang dan bertekstur agak kasar serta berserat
lurus berpadu, maka kayu ini mempunyai sifat pengerjaan mudah, sehingga
banyak diminati untuk digunakan sebagai bahan konstruksi maupun bahan
meibel-furnitur.
Ilmu Dasar
..
Pada dasarnya network planning adalah suatu cara penggambaran kegiatan proyek dalam bentuk simbol-simbol network.
Simbol-simbol yang digunakan adalah:
1) Event (Kejadian= Peristiwa=Saat).
Event adalah saat dimulainya atau berakhirnya suatu kegiatan. Simbul
yang digunakan biasanya berupa lingkaran atau ellips. Ruangan sebelah
kiri digunakan untuk memberi identitas dari event itu, biasanya berupa
bilangan (tak berdimensi).
Ruangan kanan digunakan kapan terjadinya kejadian itu, bagian kanan
atas menunjukkan kapan paling cepat saat itu terjadi (EET=Earliest Event
Time) dan kanan bawah menunjukkan paling lambat saat itu boleh terjadi
(LET=Latest Event time). Setiap kegiatan selalu dimulai oleh sebuah
event (disebut Start event atau saat dimulai) dan berakhir pada event
lain (disebut finísh event atau saat selesai). Event tidak membutuhkan
waktu.
2) Kegiatan (Activity).
Kegiatan adalah setiap bagian dari pekerjaan proyek yang membutuhkan waktu untuk dilaksanakan, juga membutuhkan biaya, tenaga kerja serta peralatan, simbol yang digunakan adalah anak panah. Bagian ekor anak panah terdapat saat mulai dan bagian ujungnya terdapat saat berakhirnya. Karena network merupakan
rangkaian anak panah maka network disebut directed network (terarah). Diatas anak panah tertuliskan (secara singkat) nama kegiatan (misal: Pembelian mesin, galian pondasi dsb). Dibawahnya dituliskan lamanya kegiatan tersebut, dalam satuan waktu yang seragam dengan kegiatan lainnya (misal: dalam jam, hari, minggu dsb). Dalam rangka menempatkan suatu anak panah dalam suatu jaringan kerja harus bisa menjawab dua pertanyaan dibawah ini:
- Kegiatan apakah yang sudah harus selesai sebelum sesuatu kegiatan tertentu dapat dimulai?
- Adakah kegiatan-kegiatan lain yang dapat dikerjakan secara bersama-sama?
3) Dummy Activity (Kegiatan Semu)
Kegiatan semu (dummy activity) dalam network planning digunakan simbul
anak panah yang terputus-putus. Adanya kegiatan semu bisa terjadi karena
hal-hal sebagai berikut:
1. Setiap kegiatan harus mempunyai identitas tersendiri yang dinyatakan oleh nomor start event dan nomor finish event
Karena itu diperlukan ” Dammy”, gambar diatas dirobah menjadi sebagai berikut:
Dummy adalah: suatu kegiatan yang tidak memerlukan sumberdaya dan tanpa dimensi waktu.
Kegiatan B identitasnya 2-4
Kegiatan C identitasnya 2-5
Kegiatan D identitasnya 4-5
b) Misalnya hubungan (relationship) antar kigiatan adalah sebagai berikut:
Kegiatan B baru bisa dimulai setelah kegiatan A selesai, sedangkan
kegiatan D baru bisa dimulai setelah kegiatan A dan C selesai.
Untuk menggambarkan relationship seperti tersebut diperlukan dummy
4) Prosedur.
Langkah-langkah yang harus diambil dalam melakukan perencanaan dengan network adalah sbb:
- Menentukan batasan-batasan dari pekerjaannya. Tentukan kapan dapat dimulai dan kapan harus diakhiri.
- Memecah (break down) pekerjaan itu menjadi kegiatan-kegiatan.Untuk ini perencana harus bekerjasama dengan pelaksana. Secara lengkap semua kegiatan yang akan dilaksanakan harus dicatat, apabila ada kegiatan yang terlupakan akibatnya sangat fatal. Oleh karena itu dalam tahapan ini perlu mendapatkan perhatian dan usaha yang intensif. Dan juga pemecahan pekerjaan kedalam kegiatan-kegiatan itu harus menghasilkan kegiatankegiatan yang setingkat, dalam istilah network. Misalnya kegiatan memaku tidak setingkat dengan kegiatan pengurugan tanah, dan sebagainya.
- Tentukan urutan-urutan dari kegiatan diatas, urutan-urutan ini disebut precedence relationship, dalam menentukan urutan-urutan ini kita harus berpihak pada pengetahuan logika, (kita tidak bisa memasang atap kalau penunjangnya belum terpasang).
- Kegiatan mana yang harus mendahului kegiatan yang lain.
- Kegiatan mana yang harus mengikuti kegiatan yang lain.
- Kegiatan mana yang harus dilaksanakan secara serentak.
- Dari informasi mengenai hubungan (relationship) antara setiap kegiatan dalam pekerjaan dibuatkan diagram jaringannya, dalam hal ini harus dingat bahwa suatu pekerjaan dimulai pada suatu event (saat mulai atau start event) dan berakhir pada suatu event lain (saat selesai atau finish event). Hubungan ini bisa digambarkan sebagai berikut:
Misalnya : Kegiatan D baru bisa dimulai setelah kegiatan A, B dan C selesai.
Simbol:
5. Waktu
Untuk dapat menghitung jangka waktu proyek (Total Project time) serta
semua event time, terlebih dahulu harus diperkirakan waktu yang
dibutuhkan untuk melaksanakan setiap kegiatan (activity duration).
EET = Earlist Event Time (saat paling cepat terjadi)
LET = Latest Event Time (saat paling lambat terjadi)
X(1-2) = Jenis kegiatan.
D(1-2) = Duration (waktu pelaksanaan)
EET2 = EET1 + X (1-2). LET1 = LET2 – D (1-2).
EST = Earlist Start Time (waktu tercepat kegiatan dapat dimulai).
LST = Lastest Start Time (waktu paling lambat kegiatan masih dapat dimulai).
EST = EET1 (EET1 + D (1-2) = EET2).
LST = LET1 + D (1-2) ≤ LET2.
6) Lintasan Kritis = Waktu Kritis.
Lintasan kritis atau waktu kritis adalah jumlah waktu pelaksanaan
didalam suatu event yang tidak boleh dilampaui dalam melaksanakan suatu
rangkaian kegiatan. Apabila waktu pada salah satu event didalam
rangkaian lintasan kritis tersebut ada yang terlampaui maka penyelesaian
proyek tersebut dapat dipastikan mengalami keterlambatan dari jadwal
yang ditentukan, oleh karena itu pada lintasan kritis ini perlu
perhatian dan pengawasan yang ekstra ketat.
Lintasan kritis terjadi pada suatu event yang mempunyai: EET=LET.
EET (Saat paling cepat terjadi):
o Mulai dari event yang pertama kearah kanan menuju event yang terakhir.
o Dengan cara penjumlahan.
o Apabila EET dari satu event tergantung oleh lebih dari satu kegiatan
maka yang menentukan adalah hasil penjumlahan yang terbesar.
LET (Saat paling lambat terjadi).
o Mulai dari event yang terakhir kearah kiri menuju event yang pertama dengan cara pengurangan.
o Apabila LET dari suatu event tergantung pada lebih dari satu kegiatan,
maka yang menentukan adalah hasil pengurangan yang terkecil.
7) Float (Slack) Time atau Waktu Mengambang.
Total Float = LET2 – EET1 – D (1-2).
Free Float = EET2 – EET1 – D (1-2).
Semoga Bermanfaat
..
![]() |
| Besi Beton |
Beberapa besi yang dapat anda temukan di dalam beton (lazimnya di temukan di dalam beton dengan susunan tertentu) dinamakan besi tulangan beton / baja tulangan beton. Ketika disebut beton, lazimya di tempat kita diartikan beton bertulang sedangkan untuk penyebutan beton tanpa penulangan disebut beton tak bertulang, maka ketika ditanya sebuah gedung lantai 12 konstruksinya beton, maka yang dimaksud dalam hal ini adalah beton bertulang. Kombinasi besi tulangan beton dengan beton dinamakan beton bertulang. Lha apakah ada beton yang tanpa tulangan, jawabanya ada. Di tempat kita banyak kok beton tak bertulang contohnya paving blok, genteng beton, buis beton dan lain-lain.
Sifat Paling Mendasar Dari Beton (Beton Bertulang)

Beton tak bertulang sangat kuat terhadap tekanan dan sangat lemah terhadap tarikan dan lenturan. Bahkan di dalam asumsi perhitungan beton kekuatan tariknya diabaikan artinya sebenarnya beton tidak punya kekuatan tarik, dia hanya punya kekuatan tekan saja. Sedangkan besi tulangan / baja tulangan beton
(banyak disebut orang besi beton, sebagian orang menyebut besi stal)
adalah material yang sangat kuat terhadap tarik maupun lentur akan
tetapi dengan ukuran besi beton yang ada pada kita, material tersebut
sangat lemah terhadap tekanan. Nah sekarang ketahuankan kenapa 2
spesies material ini harus dikawinkan. Perkawinan antara beton dengan
besi beton ini akan melahirkan spesies baru bernama beton bertulang
(orang barat sering menyebutnya dengan reinforcement concrete). Nah
peranakan keduanya mempunyai sifat indukya di mana beton bertulang
mempunyai sifat material yang tahan terhadap tekanan (tidak salah lah
kalau dikatakan keras), kuat terhadap gaya tarik dan juga kuat terhadap
gaya lentur. Selain penulangan beton tadi untuk menghasilkan kekuatan
tarik dan lentur yang baik, tulangan beton juga menghilangkan retak pada
beton.
Beton
bertulang pada prinsipnya ketika digunakan dalam konstruksi rumah
terdapat dua gaya yang bekerja padanya, gaya tekan dan gaya tarik. Lihat
ya ilustrasi gambar 23.1

Gambar 23.1
Nah
gaya tekan diantisipasi oleh beton, sedangkan gaya tarik dan gaya
lintang diantisipasi oleh baja tulangan beton. Maka dalam sebuah
konstruksi, beton bertulang ini sudah memenuhi syarat untuk digunakan.
Secara
bersama-sama sebenarnya kombinasi besi beton, beton dan lekatan antara
keduanya ini yang menjadikan faktor penentu utama kekuatan beton (beton
bertulang).
Lekatan antara besi beton dan beton dipengaruhi oleh :
- Bentuk dan Tegangan Leleh Besi Beton
Semakin
kasar bentuk besi beton, maka lekatan antara besi beton dan beton
semakin baik. Besi beton yang kasar yang dimaksud dalam hal ini adalah
besi beton bersirip (deform). Artinya kelau ditanya bagusmana besi beton
yang polos dengan besi beton yang bersirip, ya tentu saja baik yang
pakai sirip dong.
Sedangkan
tegangan leleh beton disebut dengan kekuatan besi beton. Satuan yang
digunakan adalah Mpa. Terdapat 2 jenis pembagian yaitu Baja Tulangan Polos (BJTP) dengan tegangan leleh sebesar 240 Mpa dan Baja Tulangan Deform (BJTD) dengan tegangan leleh sebesar 400 Mpa
- Mutu Beton
Semakin
baik mutu betonya, maka semakin baik kuat tekan beton tersebut (semkin
keras) dan lekatan antara beton dan besi betonya juga semakin baik. Nah
ini sebabnya kenapa mutu beton itu penting. Masih ingatkan parameter
kualitas tekan beton…..kalau lupa coba deh buka posting-posting
sebelumnya.
Syarat-Syarat Besi Beton
Sebenarnya
pemerintah kita lewat BSN (badan Standarisasi Negara ) telah membuat
peraturan khusus tentang penulangan beton (pembesian beton) mau tahu
unduh disini……..Unduh sni baja tulangan
Produk-produk
besi tulangan sendiri sebenarnya juga sudah buanyak yang mendapat
sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia), jadi kalau anda beli ditoko
tidak perlu kuwatir kok asal sudah berlogo SNI dan dari merk yang
memang sudah kondang dengan mutunya, insyalloh besi beton anda baik kok.
Aka tetapi tidak ada salahnya pada kesempatan kali ini kita sedikit membahas tentang SNI yang Sudah ada tadi yaitu SNI 07 2052 2002 tentang “Baja Tulangan Beton”.
Syarat Mutu Baja Tulangan Beton:
Sifat tampak
Baja
tulangan beton tidak boleh menganudng serpihan, lipatan, retakan, cema
(luka pd besi beton yang terjadi karena proses cenai) yang dalam dan
hanya diperkenankan berkara ringan pada permukaan.
Bentuk
Besi tulangan polos, permukan batang baja tulangan beton harus tidak bersirip
Baja Tulangan Beton Sirip (Defom)

Gambar 23.1 Baja Tulangan Sirip (defom)
Baja
tulangan beton sirip (defom) harus mempunyai sirip yang teratur. Setiap
batang diperkenankan mempunyai rusuk memanjang yang sejajar dan sejajar
dengan sumbu batang, serta sirip-sirip lainya dengan arah melintang
sumbu batang.
Sirip-sirip
melintang sepanjang batang baja tulangan beton harus terletak pada
jarak yang teratur. Serta mempunyai bentuk dan ukuran yang sama. Bila
diperlukan tanda atau huruf-huruf pada permukaan baja tulangan beton,
maka sirip melintang pada posisi di mana angka atau huruf dapat di
abaikan
Sirip
melintang tidak boleh membentuk sudut kurang dari 45 derajat terhadap
sumbu batang, apabila membentuk sudut antara 45 sampai dengan 75derajat,
arah sirip melintang pada satu sisi atau kedua sisi dibuat berlawanan.
Bila sudutnya di atas 70derajat arah berlawanan tidak diperlukan
Ukuran dan Toleransi Besi Tulangan Beton
Ukuran baja tulangan polos adalah sebagai berikut :

Ukuran baja tulangan sirip atau deform sebagai berikut :

Sedangkan toleransi diameter pada masing-masing baja tulangan beton adalah :

Sedangkan toleransi berat pada masing-masing baja tulangan beton adalah:
Diameter Nominal
|
Toleransi
|
(mm)
|
(%)
|
6 s/d 8
|
± 7
|
10 s/d 11
|
± 6
|
16 s/d 28
|
± 5
|
> 28
|
± 4
|
Rumahdangriya hanya menyajikan beberapa data dari SNI yang menurut rumahdangriya
hal yang paling sering digunakan untuk parameter syarat-syarat baja
tulangan beton yang akan kita gunakan untuk membangun rumah. Dalam
pemilihan baja tulangan kita lihat diameter nominalnya dengan toleransi
berat dan toleransi diameter yang telah disebutkan dalam tabel di atas. Syarat-syarat fisik dapat dilihat langsung ketika anda membeli.
Seluruh tabel merupakan saduran dari SNI maka seluruh hak cipta berada pada BSN.
Ilmu Dasar
..
| Pemasangan Keramik Lantai |
Seringkali kita bingung, berapa jumlah keramik yang dibutuhkan untuk mengisi seluruh ruangan yang ada, sehingga seringkali jumlahnya tidak sesuai dengan kebutuhan ruangan, baik itu kebanyakan ataupun kedikitan.
Posisi pemasangan keramik lantai pada tempat tinggal atau gedung umumnya diantaranya :
1. Lantai didalam ruangan tempat tinggal, contohnya area tamu, kamar tidur, area keluarga, area tv, dsb.
2. Lantai kamar mandi.
3. Lantai teras, ( teras depan atau teras belakang )
4. Halaman, ( halaman depan atau halaman belakang )
5. Garasi ( mobil atau sepeda motor )
6. Balkon.
7. Dan seterusnya, bergantung disain tempat tinggal tersebut.
Keramik lantai yang biasa dipasang
tersebut mempunyai ukuran yang beragam, serta biasa mempunyai wujud
bujursangkar. Ada yang berukuran 20x20 ( satuan didalam cm. ), ada
30x30, 40x40, 60x60, 80, 80, dan seterusnya. Umumnya ukuran 60x60 keatas
yaitu memiliki bahan granit, semi granit, serta marmer. Keramik lantai
jarang sekali mempunyai ukuran > 40x40, untuk keramik dinding.
Banyak hal yang butuh diketahui sebelum melakukan perhitungan jumlah keramik lantai :
1. Keramik yang dijual di pasaran
umumnya dikemas di dalam kotak. Didalam 1 kotak tersebut terdiri dari
sebagian keping keramik, yang jika dihitung luas totalnya tidak
seluruhnya berjumlah 1 m2. Ada yang 1 kotak berjumlah pas 1 m2, ada yang
kurang dari 1 m2, serta ada yang kian lebih 1 m2.
2. Customer beli keramik didalam satuan kotak, bukan hanya didalam satuan mtr. Persegi.
3. Keramik lantai ukuran 20x20,
umumnya didalam 1 kotak berjumlah 25 keping. Ini bermakna 1 kotak
keramik tersebut sama juga dengan 1 m2, dikarenakan luasnya = 0, 2m kali
0, 2m kali 25 = 1 m2.
4. Keramik lantai ukuran 30x30,
umumnya didalam 1 kotak berjumlah 11 keping. Ini bermakna 1 kotak
keramik tersebut sama juga dengan 0, 99 m2, dikarenakan luasnya = 0, 30m
kali 0, 30m kali 11 = 0, 99 m2.
5. Keramik lantai ukuran 40x40,
umumnya didalam 1 kotak berjumlah 6 keping. Ini bermakna 1 kotak keramik
tersebut sama juga dengan 0, 96 m2, dikarenakan luasnya = 0, 40m kali
0, 40m kali 6 = 0, 96 m2.
6. Keramik ( granit, semi-granit )
lantai ukuran 60 kali 60, didalam 1 kotak ada berjumlah 3 keping. Ini
bermakna 1 kotak keramik tersebut sama juga dengan 1, 08 m2, dikarenakan
luasnya = 0, 6m kali 0, 6m kali 3 = 1, 08 m2.
7. Keramik ( granit, semi-granit )
lantai ukuran 60 kali 60, didalam 1 kotak ada berjumlah 4 keping. Ini
bermakna 1 kotak keramik tersebut sama juga dengan 1, 44 m2, dikarenakan
luasnya = 0, 6m kali 0, 6m kali 4 = 1, 44 m2.
Di sini jelas tampak bahwa, 1 kotak
keramik belum pasti luas keramik 1 kotak tersebut = 1 m2. Ini bergantung
pada ukuran keramiknya serta berapakah keping keramik yang dikemas
didalam 1 kotak tersebut.
Contoh perhitungan :
Dari gambar denah tempat tinggal di
bawah, contohkan keramik lantai yang akan dipakai yaitu berukuran 40x40,
serta 1 kotak keramik tersebut berjumlah 6 keping ( data ini harus
diketahui terlebih dulu ). Berapakah kotak keramik lantai ( tidak
terhitung lantai kamar mandi ) yang perlu kita beli untuk keperluan
tempat tinggal tersebut... ?
Jawaban :
1. Kalkulasi luas keseluruhan lantai tempat tinggal yang akan dipasang keramik yang sejenis.
2. Kalkulasi jumlah keramik ukuran sejenis yang dibutuhkan untuk dipasang pada lantai di no.1
3. Kalkulasi jumlah keramik yang semestinya dibeli ( + 3% dari perhitungan di atas )
Jumlah keramik yang dibeli = (perhitungan no.2 x 103 % )
Catatan : menambahkan 3% ini menurut
pengalaman, untuk mengantisipasi keramik yang pecah serta keramik yang
tidak terpakai ( sisa potongan ).
Demikianlah catatan saat ini perihal langkah menghitung keperluan keramik lantai tempat tinggal, semoga artikel ini bermanfaat.
..
![]() |
| Pemasangan Bata Merah |
![]() |
| Bata Merah |
Contoh perhitungan volume pasangan dinding batu bata
| Ukuran Bata Umum |
Pembuatan kamar tidur ukuran 3 m x 3 m dan tinggi 3 m menggunakan pasangan batu bata ukuran 5cm x 10 cm x 20 cm, ada satu pintu masuk ukuran 90 cm x 210 cm, dan jendela satu buah ukuran 70 cm x 150 cm, berapa volume pekerjaan pasangan dinding batu bata?
Kita hitung terlebih dahulu total panjang dinding batu bata keempat sisi kamar yaitu 4bh x 3m = 12 m
- luas pasangan dinding batu bata = panjang x tinggi
- L = 12 m x 3 m = 36 m2.
- Luas pintu = 0,9m x 2,1 m = 1,89 m.
- Luas jendela = 0,7m x 1,5 m = 1,05 m.
Untuk menghitung total kebutuhan batu bata maka bisa dilakukan dengan cara mencari terlebih dahulu data jumlah bata yang diperlukan dalam 1 m2. misalnya kita ketahui jumlah batu bata per m2 = 70 bh. maka total bata yang dibutuhkan adalah 33,06 m2 x 70bh = 2314,2 dibulatkan menjadi 2315 bh. jadi kita bisa membeli batu bata di toko bangunan dengan menambahkan sedikit faktor keamanan untuk mrngantisipasi pecah atau kerusakan dengan total jumlah pembelian batu bata sebanyak 2350 bh.
Untuk menghitung total kebutuhan pasir dan semen pada batu bata bisa kita lihat pada artikel berikutnya yang berjudul analisa harga satuan pasangan dinding batu bata per m2
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga dapat berguna bagi kita semua.
Konstruksi
..
For Loyal Visitor
Eksplorasi Fitur Spesial
Toko Inovator
Temukan dan dapatkan berbagai produk digital, template, dan source code premium.
Eksplorasi TokoDemo App
Uji coba langsung aplikasi demo Inotek dan berikan penilaian Anda.
Buka AppFree Download
Download berbagai file template bermanfaat dan source code gratis.
UnduhLive Polling
Ikuti diskusi interaktif dan berikan suara pada polling topik viral terkini.
Ikut Polling0
Tahun Aktif
0+
Total Artikel
0
Pembaca Bulanan
0+
All Time Views
Koleksi Premium






